 | Category: | Books | | Genre: | Nonfiction | | Author: | Rifki Hasan |
Buku ini berisi semacam catatan harian dari sang penulis tentang apa yang dilihat, didengar, dan dirasakan dalam kesehariannya, baik ketika di rumah, di dalam perjalanan, di kantor, di restoran, di pengajian, serta di berbagai tempat lainnya. Pengalaman tersebut penulis ceritakan kembali ke dalam tulisan sederhana dan singkat namun dengan pembelajaran hidup di dalamnya. Buku ini terbagi dalam beberapa bagian. Namun pembagian tersebut hanya terlihat pada bagian daftar isi, sedangkan dalam isi keseluruhan, pembagian tersebut tidak terlihat. Jejak Cinta Apa yang sebaiknya dilakukan, jatuh cinta atau membangkitkan cinta? Apakah cinta harus dipelihara dalam sebuah rumah tangga atau komitmen saat menikah yang harus dipegang kukuh dengan selalu memberikan enam kuntum bunga untuk pasangan hidup? Sedang bagi yang belum menemukan cinta sejatinya (kembali), mungkin sebagian apa yang dilakukan oleh para pemancing dapat ditiru. Jejak Bahagia Bahagia adalah hak setiap orang. Jika ingin bahagia, jangan ditunda. Bahagia bisa dirasa kapan dan di mana saja. Ketika masalah datang menyelimuti diri dan duka memeluk jiwa, nikmatilah yang terjadi sambil mengais hikmah di dalamnya, karena bagaimanapun juga, "Trouble Is A Friend" yang akan memberi pelajaran hidup dan mendidik diri untuk selalu bersyukur. Dan di situlah letak bahagia. Jejak Kata Kata-kata yang keluar dari mulut tak hanya sekedar keluar saja. Kata-kata tersebut bsa menjadi penyubur semangat atau justru sebaliknya. Kata-kata bisa menghibur, namun bisa juga melukai hati. Jadikanlah kata-kata seindah pelangi. Pilihlah kata agar tiada hari yang terluka, karena terkadang, apa yang diucapkan tidak selalu diinginkan. Ada masanya pula untuk berkata pada saat diperlukan, bukan karena kemauan semata. Jejak Mata dan Telinga Apa yang dilihat dan didengar mengisyaratkan sebuah optimisme hidup dan tidak berputus asa terhadap rahmat Allah, seperti yang diperlihatkan oleh pemulung dengan gerobak bertuliskan kata "Optimis" di antara lalu-lalang mobil-mobil borjuis, oleh penjual papan penggilasan yang menjajakan dagangannya dengan berjalan kaki sementara mesin cuci marak di pasaran. Apa yang dilihat dan didengar mengisyaratkan untuk bersyukur atas apa yang ada, karena mungkin masih banyak orang yang tidak seberuntung diri ini. Jika tidak bisa bersyukur, mungkin diri lebih buruk daripada pengemis. Para pengemis itu akan mengucapkan terima kasih setelah diberi apa yang mereka minta, sedang diri malah menjadi kufur. Apa yang dilihat dan didengar juga menyisipkan pembelajaran bahwa apa yang tak kasat mata bukan berarti tidak ada. Melengkapi jejak-jejak yang ada, di dalam buku ini juga menceritakan jejak-jejak penulis bersama keluarga, buah hati, dan para sahabat. Sementara di bagian akhir buku terdapat tiga buah cerpen. ********** Spesifikasi Buku : Penulis : Rifki Ukuran : 14 X 21 Kertas : HVS 70 Halaman : x + 191 Cover : Softcover ISBN : 978-979-762-103-2 Harga : Rp. 33.000,- (Belum termasuk ongkos kirim) Pengiriman dilakukan melalui JNE. Silahkan mengunjungi www.jne.co.id untuk melihat biaya kirim. Pembelian beberapa buku sekaligus bisa menekan biaya pengiriman :). Pembayaran bisa dilakukan melalui Rekening : Bank Syariah Mandiri Palmerah Nomor Rekening : 0867015674 a.n. Rifki Bank Mandiri BKPM Nomor Rekening : 0700005845537 Untuk konfirmasi bisa melalui : email : bangrif@gmail.com HP : 085814661514 atau PM di MultiPly. Untuk pemesanan dan pembelian silahkan klik di siniuntuk melihat review, silahkan klik link berikut : - http://hwwibntato.multiply.com/reviews/item/6- http://wirdianty.multiply.com/reviews/item/1 - http://katerinas.multiply.com/reviews/item/229  | Wah, dah terbit ya...selamat |
 | Jadi inget pak ali (akarmembiru) yg katanya mau membukukan blognya biar alat2 pijit di swalayan bisa laris.. :D |
 | saya ninggalin jejak dulu :) |
 | Bukan, pak. Jadi, tiap kali selesai baca journal beliau, ekspresi dan komentar para pembaca adalah: -,-' capek deeeh...
Haha.. |
 | Wah, udah terbit aja. (Y) |
 | Coba kunjungi aja site nya, pak. |
 | Wuidih... Mantab, mas... :) |
 | Wah, hebattt, Mau dunk, siapa penerbitnya mas? |
 | nawhi wrote on Oct 26, '11 suka warna biru yang mendominasi covernya. maksudnya usaha sendiri itu, Mas Rifki bener2 bikin penerbitan sendiri atau gimana? *binun* |
 | wah, ada jejak ... jejak siapakah ini? he he he ... |
 | cuit cuit.. ada gratisan ga bang?? :D |
 | congrats ya mas...... mau deh beli bukunya... fans mas rifki soalnya hehehe |
 | ipie wrote on Oct 27, '11 Buku ini berisi semacam catatan harian dari sang penulis tentang apa yang dilihat, didengar, dan dirasakan dalam kesehariannya, baik ketika di rumah, di dalam perjalanan, di kantor, di restoran, di pengajian, serta di berbagai tempat lainnya. Pengalaman tersebut penulis ceritakan kembali ke dalam tulisan sederhana dan singkat namun dengan pembelajaran hidup di dalamnya.
Buku ini terbagi dalam beberapa bagian. Namun pembagian tersebut hanya terlihat pada bagian daftar isi, sedangkan dalam isi keseluruhan, pembagian tersebut tidak terlihat.
Jejak Cinta
Apa yang sebaiknya dilakukan, jatuh cinta atau membangkitkan cinta? Apakah cinta harus dipelihara dalam sebuah rumah tangga atau komitmen saat menikah yang harus dipegang kukuh dengan selalu memberikan enam kuntum bunga untuk pasangan hidup? Sedang bagi yang belum menemukan cinta sejatinya (kembali), mungkin sebagian apa yang dilakukan oleh para pemancing dapat ditiru.
Jejak Bahagia
Bahagia adalah hak setiap orang. Jika ingin bahagia, jangan ditunda. Bahagia bisa dirasa kapan dan di mana saja.
Ketika masalah datang menyelimuti diri dan duka memeluk jiwa, nikmatilah yang terjadi sambil mengais hikmah di dalamnya, karena bagaimanapun juga, "Trouble Is A Friend" yang akan memberi pelajaran hidup dan mendidik diri untuk selalu bersyukur. Dan di situlah letak bahagia.
Jejak Kata
Kata-kata yang keluar dari mulut tak hanya sekedar keluar saja. Kata-kata tersebut bsa menjadi penyubur semangat atau justru sebaliknya. Kata-kata bisa menghibur, namun bisa juga melukai hati.
Jadikanlah kata-kata seindah pelangi. Pilihlah kata agar tiada hari yang terluka, karena terkadang, apa yang diucapkan tidak selalu diinginkan. Ada masanya pula untuk berkata pada saat diperlukan, bukan karena kemauan semata.
Jejak Mata dan Telinga
Apa yang dilihat dan didengar mengisyaratkan sebuah optimisme hidup dan tidak berputus asa terhadap rahmat Allah, seperti yang diperlihatkan oleh pemulung dengan gerobak bertuliskan kata "Optimis" di antara lalu-lalang mobil-mobil borjuis, oleh penjual papan penggilasan yang menjajakan dagangannya dengan berjalan kaki sementara mesin cuci marak di pasaran.
Apa yang dilihat dan didengar mengisyaratkan untuk bersyukur atas apa yang ada, karena mungkin masih banyak orang yang tidak seberuntung diri ini. Jika tidak bisa bersyukur, mungkin diri lebih buruk daripada pengemis. Para pengemis itu akan mengucapkan terima kasih setelah diberi apa yang mereka minta, sedang diri malah menjadi kufur.
Apa yang dilihat dan didengar juga menyisipkan pembelajaran bahwa apa yang tak kasat mata bukan berarti tidak ada.
Melengkapi jejak-jejak yang ada, di dalam buku ini juga menceritakan jejak-jejak penulis bersama keluarga, buah hati, dan para sahabat. Sementara di bagian akhir buku terdapat tiga buah cerpen.
**********
Spesifikasi Buku :
Penulis : Rifki Ukuran : 14 X 21 Kertas : HVS 70 Halaman : x + 191 Cover : Softcover ISBN : 978-979-762-103-2 Harga : Rp. 33.000,-
Untuk pemesanan dan pembelian silahkan klik di sini  menarik....... |
 | Waduh, ikutan bangga dan bahagia! Ini 'kan ya yang dicarikan solusinya waktu dinas ke Bandung kemarin dulu itu? Cepat juga ya terbitnya. Selamat ya bang! |
 | sudah terbit bukunya?? wah subhanalloh....selamat yah:) |
 | saya juga bingung, mbak :) |
 | jejak si jilbab kuning masuk bagian mana ya mas? |
 | mantep nih sepertinya banyak hikmah yang bisa dipetik dari buku ini |
 | Wah kereeeeeenn. Selamat atas bukunya. |
 | Berminat, asal gratis..
Hehehe *dilemparbuku |
 | Woii...kok penulisnya yg nulis resensi. kudunya org lain. sini kirim ke saya ntar saya resensi-in,Om hehe... |
 | Mas Rifki lokasinya di mana? kalo buka jne.co.id, kan harus ada lokasi pengiriman dan lokasi penerima?
Lebih afdholnya sih mas rifki yang intipin harganya. hihihi. piss... |
 | saya sudah lihat.... mau :) |
 | berasa udah berabad-abad gw absen ngempi
congrats bro!! |
 |  waaooowww..dah punya bukuu.. aku jadi pengen nihh..kapan ya? mmm.. *ngayal* |
 | Barakallahu fiik, Mas.. Semoga laris manis hehe duh jadi mupeng deh.. |
 | Insya Allah nanti urusan bulan 3 kelar ya mas, berminat neh :) |
 | aku mau beli pak rifki...insyaallah...tp kapan2...ini buku yg udah ku borong di bookfair kmren msih numpuk hehehhee |
| |